Locked Japan Company Capital Requirement Myths
Konten ini khusus untuk pembeli terverifikasi. Masukkan email yang digunakan saat pembelian untuk membuka.
Sejak Imigrasi Jepang menaikkan standar visa Keiei Kanri (Manajemen Bisnis) dengan ambang batas 30.000.000 yen, wajib rekrut pegawai, plus syarat bahasa Jepang level N2, para agency lintas negara langsung berubah wujud jadi pabrik kepanikan. Mereka hobi banget nyekoki investor properti dengan dua mitos ngawur: menyuruh kamu ngoyo ngumpulin 30.000.000 yen tunai buat modal disetor, atau ngehasut kamu “masukin aja properti 50.000.000 yen yang mau dibeli langsung sebagai modal perusahaan.” Gara-gara gagal paham bedanya Biro Imigrasi (Nyukan) dan Biro Hukum (Homukyoku), banyak yang nurut aja, padahal ujung-ujungnya malah boncos jutaan yen buat bayar pajak siluman dari hari pertama.
Bayangkan kamu mau beli apartemen studio di Tokyo seharga 50.000.000 yen buat disewain. Kalau kamu termakan saran calo buat pakai skema “penyertaan modal inbreng properti” atau naruh 50.000.000 yen full sebagai modal dasar, siap-siap aja langsung mental ke tiga lubang hitam finansial ini:
Pertama, waktu daftar di Biro Hukum (Homukyoku), entitas Godo Kaisha (LLC) normalnya cuma kena pajak pendaftaran resmi 60.000 yen. Tapi gara-gara modal disetor kamu ditulis 50.000.000 yen, pajaknya langsung meroket proporsional jadi 350.000 yen!
Kedua, mindahin properti atas nama pribadi ke perusahaan sebagai modal dasar itu dihitung sebagai balik nama kedua (subsequent transfer). Kamu masih harus keluar uang ratusan ribu yen buat nyewa penilai properti (real estate appraiser) demi bikin laporan valuasi, plus nambah setoran pajak perolehan properti (fudousan shutoku-zei) dan pajak pendaftaran.
Ketiga, hukum pajak Jepang ngatur kalau modal dasar perusahaan udah nyentuh 10.000.000 yen, perusahaan itu otomatis dicap sebagai “perusahaan besar”. Artinya, gak peduli perusahaan kamu untung atau buntung, tiap tahun kamu wajib nyetor pajak kepala (kinin-wari) ke Kantor Pajak Tokyo, yang bikin tarif dasarnya langsung loncat dua kali lipat dari 70.000 yen jadi 180.000 yen. Belum lagi, periode bebas pajak konsumsi (consumption tax exemption) yang harusnya bisa dinikmati perusahaan baru bakal langsung hangus seketika.
Nah, cara main para smart investor tuh simpel banget: pisahkan total “uang buat beli properti” dan “uang buat modal bikin perusahaan”.
Kamu cukup keluarin modal bersih 300.000 yen (sekitar Rp30 jutaan) cash buat modal awal perusahaan. Di UU Perusahaan Jepang (Kaisha-hō), modal 1 yen aja sebenarnya udah bisa buat bikin perusahaan. Tapi naro 300.000 yen itu trik biar bank komersial kayak GMO Aozora atau DOCOMO SMTB Net Bank ngeliat perusahaan kamu sebagai entitas bisnis yang waras, jadi rekening bank perusahaan bisa tembus dengan mulus. Begitu duitnya masuk, Godo Kaisha kamu resmi berdiri secara legal di mata hukum, dan pajak pendaftaran resminya cuma kena tarif minimal 60.000 yen doang.
Terus, gimana dengan duit 50.000.000 yen buat beli properti aslinya? Jangan pernah dimasukin ke modal disetor! Skemanya kita bikin rapi: kamu pinjemin duit itu secara pribadi ke perusahaan kamu sendiri, lalu catat di pembukuan sebagai “Pinjaman Pemegang Saham” (Yakuin Kariirekin). Waktu transaksi, perusahaan pakai dana pinjaman ini buat beli properti, dan sertifikat kepemilikannya langsung atas nama perusahaan.
Nah, kejeniusan dari trik ini ada di cara narik duit sewa tiap tahun balik ke kantong pribadi kamu. Anggaplah apartemen 50.000.000 yen ini bisa ngasilin bruto sewa 2.500.000 yen per tahun.
Di perusahaan konvensional, kalau mau narik laba 2.500.000 yen itu ke kamu yang statusnya non-resident, perusahaan wajib motong PPh (withholding tax) gede banget sampai 20,42%. Alhasil, duit bersih yang sampe ke tangan kamu langsung sunat 500.000 yen!
Tapi kalau pakai skema “Pinjaman Pemegang Saham”, pemasukan sewa 2.500.000 yen yang diterima perusahaan dicatat secara akuntansi sebagai “Pengembalian Pokok Pinjaman dari Perusahaan ke Pemegang Saham”. Karena statusnya lagi bayar utang—bukan bagi-bagi dividen—maka di mata hukum pajak, pihak pribadi gak kena pajak penghasilan sepeser pun, dan dari sisi perusahaan juga 100% bebas pajak potong. Kamu bisa tarik balik duit sewa itu 100% utuh secara legal ke rekening luar negeri kamu, sampai cicilan pokok 50.000.000 yen yang tadinya kamu pinjemin ke perusahaan lunas tak bersisa.
Dalam seni alokasi aset offshore, bikin perusahaan gak pernah butuh pamer modal raksasa. Cukup modal receh 300.000 yen buat ngebut dapet izin tinggal, lalu sulap dana jumbo pembelian properti jadi instrumen pinjaman. Cara ini bikin kamu bisa lolos dari jeratan tarif pajak resmi paling buncit, sekaligus nyedot profit sewa tahunan tanpa bayar pajak sama sekali. Inilah cheat code paling irit dan paling legal buat rebahan sambil narik cuan sewa di Jepang.
Diterjemahkan menggunakan AI. Jika ada keraguan, silakan merujuk ke versi bahasa Mandarin atau bahasa Inggris.
© 2026 Lumimitech LLC · All rights reserved.
